LATEST FROM OUR BLOG

. . .
Showing posts with label Raditya Dika. Show all posts
Showing posts with label Raditya Dika. Show all posts

Sunday, January 19, 2014

Kumpulan Tweet Tweet Raditya Dika Yang Keren Dan Lucu - Siapa yang tak kenal raditya dika
penulis sekalipun stand up comedy an ini terkenal lewat bukunya yg ber judul Kambing Jantan (bukan buku ternak) GITU

dia punya twitter dengan followers 6.385.280 ini (20/01)
dia juga punya tweet yg keren dan lucu

yukk kita simak




INILAH Tweet Tweet Raditya Dika Yang Keren Dan Lucu

Udah taun 2014 kok masih mau dibikin nangis oleh orang yg sama.

Setiap kali seorang jomblo melihat ke arah jalanan macet, dia bergumam pelan, "Kenapa ya hatiku tak bisa seramai ini?"

Seminggu kemarin adik kena campak, terus tiap hari gue ledekin "pergi kamu pembawa penyakit!". Sekarang gue kena diare.. :(

Mau periksa di rumah sakit ternyata rame banget. Ada meeting dua jam lagi. Takut telat, akhirnya gak jadi konsul dan pulang.. -__-

Alasan bohongan yg paling sering dipake cowok untuk bisa putus dari ceweknya: "Orangtuaku gak setuju sama kamu."

PS 4 baru saja keluar di Indonesia. Kenapa sih ulang tahun gue udah lewat.. :(

Insomnia malam ini disponsori oleh banyak nyamuk.

Kalau mantan kamu pagi2 ngirim message bilang "semalem aku mimpiin kamu lho", kasih ini aja :



Puyeng jadwal mulai saling tumpuk. Kenapa sih satu hari hanya 24 jam..

Pengamatan sosiologis: cewek cantik biasanya berkumpul dengan cewek2 cantik lain. Seringkali saling (pura2) memuji satu sama lain.

Berantem itu bumbu pacaran, tapi makanan apa pun kalau kebanyakan bumbu pasti gak enak.

Buat cowok, coba tantangan ini: datang ke WC umum, datangi orang yg lagi kencing, kelitikin dia dari belakang sambil jerit, "GELI KAN?!!"

Kalau mau nembak cewek, pastikan dia sudah melewati tanggal ulangtahunnya, supaya gak usah beliin kado waktu pacaran. Gitu.

Hari yang baik untuk menunda mandi pagi.

Yang pacaran: hujan di luar, di kamar telpon2an kangen2an. Yang jomblo: hujan di luar, tiduran di comberan.

Pada sebagian orang, hujan membawa rindu yang tidak kunjung tuntas.

Kalo mau mutusin pacar, putusin dia setelah hari ultah kamu. Supaya bisa dapet kado dulu. Gitu.

Anak2 kucing sekarang udah bisa lari2an. Tadi pada takut ngeliat ujan, lalu lari nabrak kaca. Unyu banget. Persis kayak majikannya..

Lagi ngebayangin martabak manis yg menteganya mengkilap, lalu cokelatnya lumer ke seluruh sisi, lengkap dgn baunya yg gurih.. Mmmm..

Susah tidur adalah salah satu gejala rindu.

Cieeee yang lagi diapelin.. Sama pacar khayalannya.

Cieeee yg pacarnya lebih ngebelain temen2nya..

Cowok sejati tidurnya melek.

Kata celana kepada perut: "Kamu bukan yang dulu lagi."

Hidup terlalu singkat untuk jadi biasa2 saja. ;)

Jawab betul atau salah: semakin sering sepasang kekasih ketemuan, maka mereka akan semakin sering berantem.

Yang gak berani ngomong sayang, biasanya kalah sama yang berani mengungkapkan. Itulah awal mula penyesalan. Gitu.

Yang kurang perhatian, biasanya tergantikan sama yang selalu ada. Itulah awal mula selingkuh. Gitu.

Move on bukan cuma masalah melupakan orangnya, tapi juga melupakan kebiasaan2 bersama orang tersebut. Gitu.



udah gitu aja


Saturday, January 4, 2014

Kumpulan Tweet 'Cowok Sejati' Raditya Dika

  • Cowok sejati makan sup pake sumpit.
  • Cowok sejati tidurnya melek.
  • Cowok sejati kalo nyalain petasan dimasukin ke idung
  •  Cowok sejati kalo makan di warteg kobokannya diminum.
  • Cowok sejati makan gelas kopinnya
  •  Cowok sejati jemput gebetannya naik odong-odong.
  • Cowok sejati naik ojek motor hadap belakang.
  •  Cowok sejati pas lagi lulus2an coret2 bajunya pake cat air gambar pemandangan alam..
  • Cowok sejati tidurnya melek.
Udah ah segitu aja

Saturday, December 14, 2013

inilah tweet tweet kopi pagi ala raditya dika
Kumpulan Tweet-Tweet 'Kopi Pagi' Raditya Dika

Kopi pertama pagi ini. Semanis rindu yang tumpah sepanjang hari dari awal bangun tidur.

Kopi pertama pagi ini. Sepahit cinta yang terlalu kerdil untuk dianggap.

Kopi pertama pagi ini. Sehitam malam. Semanis cemburu.

Kopi pertama hari ini. Semanis ucapan "selamat tidur" dari yang tersayang, di ujung setiap malam.

Kopi pertama hari ini. Sepahit kesalahan masa lalu. Semanis pelajaran yang dibawanya.

Kopi pertama pagi ini. Sehitam pupil mata dua orang yg tidak sengaja beradu. Semanis senyum yg menyusul sesudahnya, tanpa aba2.

Kopi pertama pagi ini. Semanis kata "kangen" yang masih malu2 untuk diucapkan.

Kopi pertama pagi ini. Semanis telepon pertama sebelum tiba cinta. Sepahit kata perpisahan terakhir setelah patah hati.

Kopi pertama pagi ini. Sehitam bayangan dua orang, di bawah rindu yang menyala.

Kopi pertama pagi ini. Perlahan terasa manis. Seperti rindu yang muncul tanpa dipaksa, semakin hari semakin pekat.

Kopi pertama hari ini. Pas. Seperti cinta yang tidak banyak meminta.

Kopi pertama pagi ini. Samar-samar terasa pahit. Seperti rindu yang pecicilan, di pagi pertama setelah putus cinta.

Kopi pertama pagi ini. Pahit-manis. Seperti kata sayang terakhir dari dua orang yang saling berpisah jalan.

Kopi pertama pagi ini. Manis bila diaduk. Seperti dua orang sahabat yg sama2 menyimpan cinta, sama2 tidak tahu.

Kopi pertama pagi ini. Pahit. Seperti dua orang yang terlambat dipertemukan, lalu sama-sama saling melewatkan.

Kopi pertama hari ini. Manis, seperti cinta yang sabar menunggu.
http://kicauansemut.blogspot.com/
Kopi pertama pagi ini. Hitam. Seperti selingkuh tanpa tanda bahaya.

Kopi pertama hari ini. Pahit-manis. Seperti jatuh cinta sendirian.

Kopi pertama pagi ini. Penuh ampas di dasar gelas. Seperti dua orang sahabat yg diam2 saling menyimpan cinta.

Kopi pertama pagi ini. Hitam, habis terlalu cepat. Seperti ditinggalkan yg tercinta, tanpa tanda bahaya.

Kopi pertama pagi ini. Harum, hitam. Seperti aromamu, di pertemuan kita yang tak sengaja, pada malam yang tak biasa.

Kopi pertama hari ini. Hitam, terlambat diminum. Seperti cinta yg terlalu lama untuk diucapkan, lalu hilang ke orang yg lain.

Kopi pertama pagi ini. Hitam. Seperti siluet wajahmu yg tertidur di bahuku, pada sebuah perjalanan.

Kopi pertama di bulan Maret. Pahit, seperti ketakutan2 yg menyertai hubungan yg baru. Manis, seperti melaluinya tanpa ragu.

Kopi pertama pagi ini. Manis, tidak ingin habis. Seperti denganmu.

Kopi pertama pagi ini. Semakin pahit diteguk. Seperti kangen yg semakin tidak tuntas, semakin menyebalkan.

Kopi pertama pagi ini. Harum. Seperti wangimu yg tertinggal di ujung hidung dan kunjung hilang.

Kopi pertama pagi ini. Terlalu siang untuk diseduh. -___-

Kopi pertama pagi ini. Dingin dan hambar. Seperti tanpa kasih sayang, di hari kasih sayang.

Kopi pertama pagi ini. Manis, walaupun diminum terlalu siang. Seperti cinta yg menunggu waktu yg tepat.

Kopi pertama pagi ini. Terlalu manis. Seperti dua orang yg sedang melakukan pendekatan, dgn penuh kepalsuan.

Kopi pertama pagi ini. Cukup manis, cukup pahit. Seperti cinta yg tidak banyak meminta.

Kopi pertama pagi ini. Penuh ampas. Seperti pagi pertama setelah putus cinta.

Kopi pertama pagi ini. Satu rasa, setiap hari. Seperti tahu saatnya berhenti mencari.

Kopi pertama pagi ini. Manis, seperti pertemuan setelah penantian panjang. Pahit, seperti perpisahan yg terlalu terburu-buru.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, tertutup manis. seperti dua orang yang terlalu cinta, lalu saling mengucap janji yang tak mungkin terpenuhi.

Kopi pertama pagi ini. Dingin. Seperti ditinggalkan orang yg tepat, karena sibuk mencoba yg lain di saat bersamaan.

Kopi pertama pagi ini. Tidak cukup manis. Seperti cinta yg terlalu mungil untuk diucapkan.

Kopi pertama pagi ini. Luber. Seperti cinta yang datang di hati yang tidak terlalu lapang.

Kopi pertama pagi ini. Manis setelah diaduk. Seperti cinta yang tersembunyi, di orang yang tidak pernah disangka-sangka.

Kopi pertama hari ini. Tumpah. Seperti rindu yang terlalu rewel.

Kopi pertama pagi ini. Manis, tertutup pahit. Seperti dua orang yang berpura-pura tidak saling cinta, karena bosan kecewa.

Kopi pertama pagi ini. Manis di awal, lalu pahit hingga habis. Seperti seseorang yang dibuat jatuh cinta, lalu ditinggalkan.

Kopi pertama pagi ini. Manis, terlalu cepat dingin. Seperti dua orang yang mulai saling kenal. Lalu salah satu mundur di tengah jalan.

Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan harum. Seperti dakocan yg baru keluar dari segentong parfum.

Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan harum. Seperti kenangan lama yg tak sengaja mampir.

Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan harum. Seperti rasa penasaran yg terlalu cepat selesai.

Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan harum. Nikmatnya..

Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan terpendam. Seperti sepasang kekasih yg sudah lama saling bosan.

Kopi pertama pagi ini. Manis, kental, dan harum. Seperti rindu yg tidak kunjung selesai.

Kopi pertama hari ini. Manis, membekas, bikin deg2an. Seperti dua orang yg saling menemukan, satu sama lain.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, gelap, pekat. Seperti dosa yg ditutupi dengan rapi.

Kopi pertama pagi ini. Hangat, pekat, tenang. Seperti dua orang kesepian yg saling meramaikan.

Kopi pertama pagi ini. Hitam, pahit, dan penuh ampas. Seperti penolakan yg tidak tega untuk disampaikan.

Kopi pertama pagi ini. Manis, hangat, pekat. Seperti dua orang yg garis hidupnya bersinggungan, oleh sebuah kebetulan.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, hambar, penuh ampas. Seperti pasangan yg sudah tdk cocok tp memaksa untuk cocok, karena takut sendirian lagi.

Kopi pertama pagi ini. Manis, harum, senyap. Seperti dua orang yg saling menunggu kata cinta, tapi tidak ada yg berani mengucapkan.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, pekat, penuh ampas. Seperti jatuh cinta tapi tak dianggap.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, pekat, bersisa. Seperti ditinggalkan seseorang, tanpa kata maaf.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, tersamar manis. Seperti seseorang yg kesulitan membedakan jatuh cinta dgn rasa penasaran.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, tanpa rasa lain. Seperti seseorang yg menghabiskan masa mudanya mencintai orang yg salah.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, ada rindu yang mengampas. Manis, ada cinta yang diteguk tanpa terburu-buru.

Kopi pertama hari ini. Hitam, pahit, membekas. Seperti bayangan masa lalu yg tidak cukup buram untuk diabaikan.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, manis, hangat. Seperti dua orang yg bertemu di saat yg salah, lalu saling melewatkan.

Kopi pertama pagi ini. Manis, harum, hangat. Seperti tidak sengaja melamunkanmu di tengah perjalanan.

Kopi pertama pagi ini. Manis, hangat, pekat. Seperti cinta yang tumbuh tanpa permisi.

Kopi pertama hari ini. Manis, kental, harum. Seperti cinta yg semakin ditahan, semakin sengit.

Kopi pertama hari ini. Hangat. Seperti rindu yang sabar menunggu.

Kopi pertama hari ini. Hangat, manis. Seperti cinta yg datang tanpa tanda2, di antara dua orang asing, pada sebuah kebetulan.

Kopi pertama pagi ini. Dingin. Seperti hujan yang membawa kenangan lama mampir.

Kopi pertama pagi ini. Dingin, terlalu siang untuk diminum. Seperti cinta yg
terlambat dipertemukan.

Kopi pertama pagi ini. Keras. Seperti cinta yg semakin ditahan, semakin sengit.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, semakin lama semakin manis. Seperti dua orang yg awalnya saling benci, lalu sama2 tak sengaja jatuh cinta.

Kopi pertama pagi ini, manis dan dingin. Seperti wajahmu di sela lamunan, pada sebuah hujan.

Kopi pertama hari ini. Gelap, hangat, tidak ingin habis. Seperti hening yg kita bagi, tiap perjalanan pulang ke rumahmu.

(courtesy : http://sotosop-tutorial.blogspot.com )